Prinsip Dasar Dan Informasi Yang Dikumpulkan Dalam Pelaksanaan PRA
2.1. Prinsip Dasar
PRA merupakan teknik pengumpulan informasi dan pengenalan kebutuhan masyarakat yang melibatkan secara langsung dan secara aktif partisipasi masyarakat. Dalam kaitan tersebut beberapa prinsip dasar yang harus diterapkan dalam pelaksanaan PRA adalah
1.
Melibatkan seluruh kelompok masyarakat yang merupakan representasi masyarakat desa secara umum dalam pengenalan potensi sumber daya setempat, pemahaman permasalahan yang dihadapi, mengidentifikasi jenis inovasi yang dibutuhkan, dan merumuskan pentahapan kegiatan inovasi selama periode kegiatan Prima Tani. Kelompok masyarakat yang dimaksud meliputi: para petani, pedagang input, pedagang output, pengolah hasil pertanian, aparat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga pendukung agribisnis.
2.
Masyarakat setempat merupakan pelaku utama dalam pengenalan situasi, memilih jenis inovasi yang dikembangkan, dan merumuskan pentahapan kegiatan inovasi, sedangkan pihak luar (Tim PRA) hanya sebagai fasilitator. Pihak luar bukanlah guru, penyuluh atau instruktur masyarakat, tetapi berperan sebagai pembantu masyarakat dalam memahami situasi setempat, menganalisis situasi, dan mengambil keputusan atau kebijakan yang akan dilaksanakan. Pihak luar harus menempatkan masyarakat setempat sebagai nara sumber utama dalam memahami permasalahan mereka dan mau belajar dari masyarakat setempat.
3.
Menerapkan prinsip triangulasi yang merupakan bentuk cross check dan recheck informasi untuk mendapatkan informasi yang akurat. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat yang memiliki latar belakang yang beragam, melibatkan tim PRA dengan disiplin ilmu yang beragam, melakukan peninjauan lapangan dan memanfaatkan sumber informasi yang beragam pula (contoh: data sekunder yang diterbitkan lembaga formal, data hasil penelitian di lokasi setempat).
4.
Berorientasi praktis dalam pengertian pelaksanaan PRA tidak diarahkan untuk menggali informasi yang berada di luar jangkauan masyarakat desa meskipun memiliki pengaruh terhadap kehidupan mereka (contoh: kebijakan nasional di bidang perdagangan) tetapi diarahkan untuk (a) menggali potensi yang tersedia dan masalah yang dihadapi masyarakat setempat; (b) mempelajari alternatif pemecahan masalah; (c) merancang model AIP yang akan dikembangkan secara bersama-sama, dengan memperhatikan rambu-rambu pelaksanaan program yang berlaku.
5.
Mengoptimalkan hasil dalam pengertian (a) jenis informasi yang dikumpulkan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan program; (b) kedalaman informasi yang dibutuhkan dirumuskan secara jelas; dan (c) penggalian informasi dimulai dari yang telah diketahui, misalnya dari data sekunder, hingga informasi yang tidak diketahui, sehingga terjadi penggalian informasi secara luas, mendalam dan akurat.
6.
Santai dan informal dalam pengertian (a) diselenggarakan dalam suasana yang luwes, terbuka dan tidak formal; (b) memperhatikan jadwal kegiatan masyarakat setempat; dan (c) pihak luar atau tim PRA harus mampu berinteraksi secara akrab dan memposisikan dirinya sebagai bagian dari masyarakat setempat.
7.
Prinsip demokratis dalam pengertian (a) setiap anggota masyarakat mempunyai hak yang sama untuk menyampaikan pendapatnya dan (b) dalam setiap pembahasan, masing-masing anggota masyarakat harus diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya atau menyampaikan ide-idenya.
2.2. Informasi yang Dikumpulkan dan Pemanfaatannya
Pelaksanaan PRA pada dasarnya ditujukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis inovasi teknis dan inovasi kelembagaan agribisnis yang perlu dilaksanakan di lokasi kegiatan Prima Tani, sesuai dengan potensi sumber daya yang tersedia dan permasalahan yang dihadapi praktisi agribisnis terutama petani. Inovasi yang dimaksud dapat meliputi beberapa bidang yaitu: (1) Bidang produksi, pengadaan sarana produksi, penanganan pasca panen, pengolahan dan pemasaran komoditas terpilih yang akan dikembangkan; (2) Bidang pemanfaatan limbah pertanian untuk pembuatan pupuk organik dan pakan ternak; (3) Bidang pemanfaatan sumber daya lahan air secara optimal; dan (4) Bidang konservasi tanah dan air.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas terdapat beberapa informasi yang harus digali bersama oleh Tim PRA dan praktisi agribisnis. Informasi tersebut dikumpulkan dari data potensi desa tahun 2004 (Lampiran 1) dan diskusi kelompok dengan praktisi agribisnis pedesaan yang dipandu dengan menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner PRA (Lampiran 2). Rincian informasi yang dibutuhkan dan pemanfaatannya diperlihatkan dalam Tabel 1. Secara ringkas informasi yang dibutuhkan dan tujuan pemanfaatannya dapat diuraikan sebagai berikut:
(1)
Jenis tanaman dan ternak yang diusahakan petani beserta peranannya terhadap pendapatan rumah tangga petani, potensi pasar, pemanfaatan limbah yang dihasilkan, dan kesesuaian agroklimat. Informasi dapat dimanfaatkan untuk memilih komoditas pertanian yang menjadi fokus kegiatan Prima Tani.
(2)
Potensi sumber daya lahan, air, manusia, dan infrastruktur menurut blok hamparan lahan. Informasi ini diperlukan untuk memilih lokasi sasaran yang paling potensial untuk kegiatan inovasi yang akan dikembangkan.
(3)
Kinerja teknologi dan kinerja hasil kegiatan agribisinis di bidang usaha tani/produksi, input usaha tani, pasca panen, pengolahan dan pemasaran hasil. Informasi tersebut diperlukan untuk mengkaji peluang inovasi teknis, yang dapat dilakukan dengan membandingkan kinerja teknologi yang dilakukan praktisi agribisnis dengan kinerja teknologi matang yang dimiliki Badan Litbang Pertanian.
(4)
Kinerja kelembagaan agribisnis dalam rangka mengkaji peluang inovasi kelembagaan. Kelembagaan agribisnis yang dimaksud meliputi seluruh elemen lembaga agribisnis mulai dari pengadaan sarana/input usaha tani hingga pemasaran hasil, dan lembaga pendukung agribisnis.
(5)
Masalah teknis dan kelembagaan agribisnis yang dihadapi oleh praktisi agribisnis terutama petani. Berdasarkan informasi tersebut dapat diidentifikasi jenis-jenis inovasi yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan agribisnis di desa lokasi Prima Tani.
Selengkapnya baca di http://primatani.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=22&Itemid=41
Tidak ada komentar:
Posting Komentar